online
misikcobra.wen.ru
Misik

IMAM HANAFI

Nama lengkap beliau adalah Abu Hanifah Nu'man Ibn Tsabit at-Taimi, beliau lahir di Kuffah Irak tahun 80 H atau sekitar tahun 699 M. Dalam zamannya beliau terkenal sebagai seorang sarjana dan maha guru yang luas ilmu pengetahuannya terutama di bidang hukum. Beliau hidup dalam 2 dinasti, Bani Ummayyah dan Bani Abbasyiyyah. Tapi sama sekali tidak turut aktif dalam gerakan politik. Gubenur Irak Yazid bin Hubairrah, zaman kholifah Marwan bin Muhammad dari dinasti Ummayyah, akan mengangkat Abu Hanifah menjadi Hakim, akan tetapi Imam Abu Hanifah menolak dengan tegas, karena itu Imam Abu Hanifah ditahan dan disiksa dipenjara. Hal yang sama pula ketika kerajaan Abbasyiyyah telah berdiri, kholifah Mansyur memanggil Abu Hanifah ke Baghdad dan kemudian ditawari posisi sebagai Hakim kerajaan, beliaupun menolak karena itu pula beliau ditahan dan disiksa.

Abu Hanifah telah mengabdikan hidupnya dalam studi hukum Islam dan memberikan kuliah kuliah kepada para mahasiswanya. Beliau meninggalkan sebuah kitab yang dinamai "AL FIQIH AL AKBAR" karya beliau dapat di hargai dengan sesungguhnya, karena beliaulah orang pertama yang mencoba mengodifisir hukum Islam dengan memakai metode Qiyas sebagai dasarnya dalam menetapkan hukum, hukum Imam Abu Hanifah menggunakan dasar dasar: Al Qur an, sunnah, pendapat sahabat, Qiyas, Ihtisan dan tradisi masyarakat. Beliau telah dianggap sebagai pembangun suatu madzhab dimana mempunyai pengikut pengikut yang terbesar didunia utamanya di Turki, Pakistan, Afganistan, Indocina, Soviet dan Rusia. Pada bulan Rojab tahun 150 H atau sekitar tahun 767 M. Beliau wafat dalam usia 68 tahun dalam penjara.

IMAM MALIKI

Nama lengkap beliau adalah Imam Abu Abdillah maliki bin Anas bin Abu Amir bin Amir bin Haris bin Ghoimal bin Khutsail, lahir di Madinah tahun 95 H atau sekitar tahun 713M dan menuntut ilmu di kota Madinah, kemudian menjadi ulama besar yang berpengaruh luas. Imam Maliki memiliki dua keistimewaan yang melebihi para ulama dalam zamannya yaitu spesialis dalam ilmu Hadits dan memangku jabatan sebagai Mufti, karyanya bernama AL MUWATHTHO' yaitu kumpulan Hadit Hadits yang disusunnya. Disamping itu beliau memberi fatwa dan mengajarkan hukum hukum berdasarkan hasil ijtihadnya sendiri.

Banyak mahasiswa bahkan ulama ulama yang datang belajar kepadanya termasuk Imam Syafi'i. Didalam menetapkan hukum beliaupun menggunakan Qiyas walaupun dalam arti yang lebih sedikit dari pada Imam Abu Hanifah. Sebagaimana Imam Abu Hanifah beliau juga telah membentuk Madzhab Fiqih. Pengikut pengikutnya sudah barang tentu banyak di kotanya sendiri di Madinah. Sekarang pengikutnya tersebar di Maroko, Aljazair,Tunis, Sudan, Kuwait dan Bahrain.

IMAM ASY SYAFI'I

Nama lengkapnya adalah Imam Abu Abdillah bin Muhammad Ibnu Idris Asy Syafi'i. Beliau dilahirkan di Gaza, Palestina pada tahun 150 H atau sekitar tahun 757 M. Beliau punya hubungan silsilah kefamilian dengan Rosululloh SAW, dari keturunan Mutholib Ibnu Abdil Manaf. Imam Syafi'i dilahirkan sebagai orang yatim, sejak kecil tumbuh dan menuntut ilmu di Makkah bersamanya dengan ibunya yang hidup dalam keadaan miskin dan kekurangan. Sejak usia muda Imam Syafi'i telah hafal Al Quran 30 juz, terkenal sebagai orang jenius yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Pernah beliau belajar tentang Hadits pada Imam Maliki yang bernama AL MUWATHTHO' itu terhafal semua.

Terhadap semua pengetahuan yang berhubungan dengan Al Quran, Sunnah, ucapan ucapan para sahabat Nabi serta pendapat pendapat yang berlawanan dari pada para ahli dan sebagainya, diaduknya dengan sempurna dengan pengetahuannya yang mendalam tentang bahasa Arab baik dalam lughotnya, nahfu shorofnya serta syairnya. Imam Ahmad Ibnu Hambali dengan segenap kejujurannya mengungkapkan bahwa "Imam Syafi'i bagi umat ini ibarat matahari bagi bumi dan laksana kesehatan bagi tubuh, siapa yang akan dapat menggantikannya?". Di forum forum diskusi beliau termasuk seorang yang ulet dengan argumentasi argumentasinya yang sulit dipatahkan.

Imam Syafi'i termasuk orang yang beruntung hidupnya dalam bidang ilmiah. Beliau muncul setelah tersusunnya kodifikasi Syari'ah menurut sistem sistem yang teratur dalam bentuk yang rapi. Dengan demikian beliau mudah mempelajari buah buah pikiran dari ulama ulama terdahulu dan belajar langsung dari mahaguru mahaguru terkemuka. Karena itu beliau akhirnya dapat mencapai suatu prestasi yang tinggi dalam bidang ilmiah, beliau mampu merumuskan suatu metode yang mempersatukan Al Quran, Sunnah, Ijma' dan Qiyas. Berada dengan Imam Abu Hanifah sebagai seorang ahli metode berfikir dan lebih menyetujui suatu metode spekulasi yang hipotesis, maka Imam Syafi'i tidak menyetujui metode itu, namun demikian beliau yang luas pandangan, ilmu dan pengalaman, beliau juga menguasai fiqih. Sarjana sarjana dan ulama ulama Hijaz dan fiqih sarjana sarjana Irak. Sebab itu ketika Imam Syafi'i muncul di Baghdad maka ajaran ajarannya mendapat pengikut.

Imam Syafi'i mempunyai dua Qoul (pendapat). Pertama beliau bermukim di Baghdad namanya Qoul Qodim (pendapat terdahulu). Kedua ketika beliau tinggal di Mesir namanya Qoul Jadid (pendapat baru). Tak terhitung banyaknya ulama yang datang belajar kepada beliau. Selama hayatnya beliau telah menulis sejumlah 113 kitab kitab tentang tafsir fiqih sastra dan lain lainnya. Antara lain kitab "Al Um". Para pengikut madzab Imam Syafi'i banyak tersebar di Indonesia, Hadromaut, Yaman, Malaysia, Libanon, mesir. Imam Syafi'i wafat pada bulan Rojab tahun 204 H atau sekitar tahun 820 M.

IMAM HAMBALI

Beliau lahir di Baghdad Irak pada bulan Robiul Awwal tahun 164 H/780 M, beliau terkenal ahli dalam hadits, fiqih, dan teologi murid dari Imam Syafi'i. Sewaktu Imam Syafi'i meninggalkan Baghdad beliau berkata: "Saya tidak meninggalkan di Baghdad orang yang lebih alim dan lebih cerdas selain dari Ahmad Ibnu Hambal (nama lengkap Imam Hambali)". Pertama kali beliau belajar pada Imam Syafii dan setelah cukup ilmu dan pengetahuannya lalu beliau berijtihad dan merintis suatu madzhab tersendiri yang kita kenal dangan Madzhab Hambali.

Seperti Imam Imam Madzhab yang terdahulu banyak pula ulama ulama besar yang datang belajar padanya. Beliau terkenal sebagai seorang yang teguh sendirian dan keras mempertahankannya. Waktu itu yang menyebabkan kholifah Al Makmun menyiksa dan menghukumnya yaitu dalam hal perbedaan pendapat tentang Qodim. Menurut al Makmun sebagaimana pendapat Mu'tazilah yaitu: Madzhab resmi yang dianut oleh kerajaan kholifah Al Makmun waktu itu yang berpendapat bahwa Al Quran itu makhluk, seba itu adalah baharu (huduts). Pendapat ini dipaksakan oleh kholifah Al Makmun tetapi tetapi Imam Hambali secara tegas dan konsekuen menolah pendapat tersebut.

Imam Hambali banyak menulis buku buku yang berharga. Nampaknya diantara sekian banyak ilmu pengetahuannya, beliau lebih menonjol dalam Hadits. Beliau menyusun sebuah Musnad yang didalamnya terkumpul Hadits Hadits yang tidak ditemukan oleh ulama lainnya. Kitab Musnad tersebut berisi 40 ribu buah Hadits.

Misik
Created by misikcobra
© 102008 Surabaya
Imam Ghozali
Menu misikcobra

Создай сайт! Create site!